Jatukrama

Suatu saat, aku akan bertemu dengan seorang pria.
Dia akan tahu bagaimana aku menari, bagaimana aku tidur, bagaimana aku tersenyum.
Bagaimana wajah asliku terlihat di balik dandanan.
Bagaimana aku begitu mencintai kucing, pelangi, dan pelukan.
Tentang betapa lamanya aku rela menunggu untuknya.
Dia akan tahu bagaimana sebuah lagu bisa merubah perasaanku.
Dia mengerti ketakutanku.
Ketakutanku akan luka, rahasia, kehilangan… juga luka akan masa lalu.
Dan aku juga tahu ia akan selalu ada dan mencintaiku.
Apa pun yang terjadi.

Selamat malam, Jatukrama…

Rasanya Jadi Kamu?

Kemarin aku main ke Entikong. Entikong itu bukan nama orang, tapi itu nama daerah perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia. Enggak, aku gak pingin jadi TKI di Malaysia kok. Aku ke sana dalam rangka ngunjungin kantor karantina tumbuhan. Di sebelahnya ada kantor karantina hewan. Terus aku diem, mikir. Gimana sih rasanya kerja di perbatasan? Jauh dari rumah dan keluarga? Gimana sih rasanya tinggal di daerah yang jalannya cuman satu dan banyak truk ngebut? Gimana sih rasanya jadi kamu?
Dulu aku selalu pingin jadi dokter hewan. Aku pingin jadi dokter hewan paling terkenal di KalBar, punya klinik hewan sendiri, punya lahan cemetery hewan sendiri. Sekarang aku tetap pingin jadi dokter hewan. Tapi sekarang aku pingin kerja di kantor karantina hewan di perbatasan negara. Karena aku selalu ketagihan pada rasa capek saat melakukan perjalanan jauh, rasa sedih saat jauh dari rumah, dan rasa mau muntah lama-lama di kendaraan. Karena aku pingin tau rasanya jadi kamu.